09 May 2013

Wisata Gunung Kelud


Kawasan wisata Gunung Kelud yang terletak di wilayah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri makin dimanjakan dengan berbagai alternatif sasaran dan permainan wisata. Jika sebelum gunung Kelud meletus, pengunjung disuguhi panorama kawah di puncak kepundan dengan air yang berwarna hijau, setelah letusan pada akhir 2007 lalu, pengunjung dibuat terpana dengan munculnya anak gunung Kelud dengan asap putih yang mengepul diseputar “gunung anakan” yang berbentuk kubah lava itu. Belum lagi dengan fenomena mysterious road yang juga membikin pengunjung penasaran.

Kali ini Pemerintah Kabupaten Kediri melalui kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) kembali menambah permainan di kawasan wisata yang menjadi icon wisata Kabupaten Kediri yaitu Gantungan Luncur atau dalam istilah outbond sering disebut Flying Fox. Tidak itu saja, dalam waktu dekat juga akan ditambah dengan permainan wisata berupa penyediaan kendaraan All Train Vehicle (ATV) dengan jalur tertentu. ATV ini adalah jenis kendaraan dengan kemudi seperti sepeda motor tetapi memiliki roda empat dirancang sebagai kendaraan offroad. Dua permainan terakhir adalah permainan yang bernuansa petualangan. Cocok dengan kawasan wisata gunung Kelud yang memang memiliki bentang alam cukup menantang.
Menurut Kepala Kantor Parsenibud Drs. Mudjianto melalui Kabag Humas dan Protokol Drs. Sigit Rahardjo, Msi bahwa dalam permainan flying fox ini sudah dilengkapi dengan perangkat pengaman untuk keselamatan pengunjung yang mencobanya.

Gunung Kelud merupakan gunung berapi aktif yang berada sekitar 27 km dari pusat Kota Kediri, Jawa Timur, dan merupakan salah satu gunung berapi di tanah air yang rajin meletus, dengan siklus sekitar 15 tahun sekali. Namun setelah letusan pada tahun 1990, Gunung Kelud baru terlihat aktif pada akhir September 2007 sampai November 2007, yang melahirkan gundukan magma beku yang kemudian dikenal sebagai Anak Gunung Kelud.

Jalan berliku menuju Wisata Gunung Kelud yang kami lalui terlihat cukup mulus meskipun agak sempit, dengan pemandangan ladang, lembah, ngarai, air terjun tinggi di kejauhan, perbukitan dan pegunungan hijau biru di sepanjang perjalanan yang cukup menyenangkan. Di pos retribusi, diwajibkan  membayar tiket masuk Rp.5.000 per orang.
Tempat Pembayaran Masuk Ke Area Gunung Kelud (Pos 1)


Bebuah tengara di pinggir kiri jalan, yang menandai sebuah ruas jalan ke kawasan Wisata Gunung Kelud yang dikenal dengan nama Jalan Misterius. Dari arah Wisata Gunung Kelud (arah pulang), ruas jalan ini terlihat “menanjak”, namun jika kendaraan dihentikan pada posisi gigi netral di marka putih yang melintang jalan, kendaraan akan berjalan “turun”.
Mysterious Road

Pintu Terowongan

Untuk menuju anak gunung kelud di haruskan kita melewati terowongan yang sangat gelap kita akan hanya melihat cahaya di depan dan belakang kita. Namun tidak usah khwatir dan takut. Karena setelah melewati terowongan kita akan disuguhkan pemandangan alam yanag sangat menakjubkan yaitu terdapat anak gunung kelud yang muncul dari danau kawah gunung kelud.Di tempat ini pengunjung akan di batasi untuk menuju anak gunung kelud tersebut karena itu bias membahayakan pengunjung jika pengunjung terlalu dekat dengan anak gunung kelud.

Jika mempunyai stamina yang fit kita bisa menuju puncak gunung dengan menaiki anak tangga ke atas pucak. Pastinya itu akan menjadi pengalaman yang menakjubkan karena diatas puncak kita bisa melihat pemandangan alam sekitar puncak gunung kelud yang sangat indah. Untuk menikamati keindahan anak gunung kelud bias melihat anak gunung kelud pada waktu malam hari.
Anak gunung Kelud
Wisata malam Anak Gunung Kelud


Ada beberapa tempat yang menakjubkan di puncak gunung kelud selain keelokan dan keindahan alam gunung Kelud, di sana juga terdapat tempat pemandiana air panas. Jika ke tampat itu harus memiliki stamina yang bagus untuk menikmati air pans karena tempatnya yan gcukup jauh dan harus melewati anak tangga yang lumayan banyak, tetapi semua itu tidak akan rugi setelah menikmati air panas tersebut. 
Air panas gunung kelud



Legenda Gunung Kelud


Legenda Gunung Kelud
(Jawa Timur – Indonesia)

Gunung Kelud merupakan sebuah gunung api yang terletak di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Meskipun telah puluhan kali meletus dan memakan relatif banyak korban jiwa sejak abad ke-15 sampai abad ke-20. Gunung api ini menjadi salah satu obyek wisata yang menarik di daerah itu karena keindahan panorama alamnya. Gunung yang memiliki ketinggian 1.730 meter di atas permukaan laut ini semakin menarik minat para pengunjung karena setiap tanggal 23 Suro (penanggalan Jawa) masyarakat setempat menggelar acara larung sesaji. Pagelaran acara tersebut merupakan simbol Condro Sengkolo atau sebagai penolak bala dari bencana akibat pengkhianatan cinta yang dilakukan oleh Putri Kerajaan Majapahit terhadap seorang pemuda bernama Lembu Sura. Bagaimana penghianatan cinta itu terjadi? Ikuti kisahnya dalam cerita Legenda Gunung Kelud berikut ini!
 
Anak Gunugn Kelud
Alkisah, di daerah Jawa Timur, ada seorang raja bernama Raja Brawijaya yang bertahta di Kerajaan Majapahit. Ia mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Dyah Ayu Pusparani. Sang Putri memiliki keindahan tubuh yang sangat memesona, kulitnya lembut bagai sutra, dan wajahnya elok berseri bagaikan bulan purnama. Sudah banyak pengeran datang melamar, namun Prabu Brawijaya belum menerima satu pun lamaran agar tidak terjadi kecemburuan di antara pelamar yang lain. Di sisi lain, penguasa Majapahit itu juga tidak ingin menolak secara langsung karena takut mereka akan menyerang kerajaannya.

Setelah berpikir keras, Prabu Brawijaya menemukan sebuah cara, yaitu ia akan mengadakan sayembara bahwa barang siapa yang berhasil merentang busur sakti Kyai Garudayeksa dan mengangkat gong Kyai Sekardelima maka dialah yang berhak mempersunting putrinya. Ia memerintahkan para pengawalnya untuk menyampaikan pengumuman tersebut kepada seluruh rakyatnya, termasuk kepada para raja dan pangeran dari kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Pada saat yang telah ditentukan, para peserta dari berbagai negeri telah berkumpul di alun-alun istana kerajaan. Prabu Brawijaya pun tampak duduk di atas singgasananya dan didampingi oleh permaisuri dan putrinya. Setelah busur Kyai Garudyeksa dan gong Kyai Sekadelima disiapkan, Prabu Brawijaya segera memukul gong pertanda acara dimulai. Satu persatu peserta sayembara mengeluarkan seluruh kesaktiannya untuk merentang busur dan mengangkat gong tersebut, namun tak seorang pun yang berhasil. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mendapat musibah. Ada yang patah tangannya karena memaksakan diri merentang busur sakti itu, dan ada pula yang patah pinggangnya ketika mengangkat gong besar dan berat itu.

Ketika Prabu Brawijaya akang memukul gong untuk menutup sayembara itu, tiba-tiba datanglah seorang pemuda berkepala lembu hendak mengandu keberuntungan.

“Ampun, Gusti Prabu! Apakah hamba diperkenankan mengikuti sayembara ini?” pinta pemuda itu.

“Hai, pemuda aneh! Siapa namamu?” tanya Prabu Brawijaya.

“Nama saya Lembu Sura,” jawab pemuda itu.

Prabu Brawijaya beranggapan bahwa pemuda itu tidak akan mampu merentang busur sakti dan mengangkat gong besar itu. Ia pun mengizinkannya mengikuti sayembara itu sebagai peserta terakhir.

“Baiklah! Kamu boleh mengikuti sayembara ini,” ujar Prabu Brawijaya.

Lembu Sura pun menyanggupi persyaratan itu. Dengan kesaktiannya, ia segera merentang busur Kyai Garudayaksa dengan mudah. Keberhasilan Lembu Sura itu diiringi oleh tepuk tangan para penonton yang sangat meriah. Sementara itu, Putri Dyah Ayu Pusparani terlihat cemas, karena ia tidak ingin bersuamikan manusia berkepala lembu.

Ketika Lembu Sura menghampiri gong Sekardelima, semua yang hadir tampak tegang, terutama sang Putri. Ia sangat berharap agar Lembu Sura gagal melewat ujian kedua itu. Tanpa diduganya, pemuda berkepala lembu itu ternyata mampu mengangkat gong Sekardelima dengan mudah. Tepuk tangan penonton pun kembali bergema, sedangkan Putri Dyah Ayu Purpasari hanya terdiam. Hatinya sangat sedih dan dan kecewa.

“Aku tidak mau bersuami orang yang berkepala lembu,” seru sang Putri seraya berlari masuk ke dalam istana.

Mendengar ucapan putrinya itu, Prabu Brawijaya langsung terkulai karena telah mengecewakan putrinya. Namun sebagai seorang raja, ia harus menepati janjinya untuk menjaga martabatnya. Dengan demikian, Putri Dyah Ayu Pusparani harus menerima Lembu Sura sebagai suaminya.

`Hadirin sekalian! Sesuai dengan janjiku, maka Lembu Sura yang telah memenangkan sayembara ini akan kunikahkan dengan putriku!” seru Prabu Brawijaya.

Seluruh pesarta sayembara pun berlomba-lomba memberikan ucapan selamat kepada Lembu Sura. Sementara itu, di dalam istana, Putri Dyah Ayu Pusparani menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya. Berhari-hari ia mengurung diri di dalam kamar. Ia tidak mau makan dan minum. Melihat tuannya sedang sedih, seorang Inang pengasuh berusaha membujuk dan menasehatinya.

“Ampun, Tuan Putri! Jika Tuan Putri tidak mau menikah dengan Lembu Sura, sebaiknya Tuan Putri segera mencari jalan keluar sebelum hari pernikahan itu tiba,” ujar Inang pengasuh.

Mendengar nasehat itu, sang Putri langsung terperanjat dari tempat tidurnya.

“Benar juga katamu, Mak Inang! Kita harus mencari akal agar pernikahanku dengan orang yang berkepala lembu itu dibatalkan. Tapi, apa yang harus kita lakukan? Apakah Mak Inang mempunyai usul?” tanya sang Putri bingung.

Inang pengasuh hanya terdiam. Sejenak, suasana menjadi hening. Setelah berpikir keras, akhirnya Inang pengasuh menemukan sebuah jalan keluar.

“Ampun, Tuan Putri! Bagaimana kalau Tuan Putri meminta satu syarat yang lebih berat lagi kepada Lembu Sura?” usul Inang pengasuh.

“Apakah syarat itu, Mak Inang?” tanya sang Putri penasaran.

“Mintalah kepada Lembu Sura agar Tuan Putri dibuatkan sebuah sumur di puncak Gunung Kelud untuk tempat mandi kalian berdua setelah acara pernikahan selesai. Tapi, sumur itu harus selesai dalam waktu semalam,” usul Mak Inang.

Putri Dyah Ayu Pusparani pun menerima usulan Inang pengasuh dan segera menyampaikannya kepada Lembu Sura. Tanpa berpikir panjang, Lembu Sura menyanggupi persyaratan itu. Pada sore harinya, berangkatlah ia ke Gunung Kelud bersama keluarga istana, termasuk sang Putri.

Setibanya di Gunung Kelud, Lembu Sura mulai menggali tanah dengan menggunakan sepasang tanduknya. Dalam waktu tidak berapa lama, ia telah menggali tanah cukup dalam. Ketika malam semakin larut, galian sumur itu semakin dalam. Lembu Sura sudah tidak tampak lagi dari bibir sumur. Melihat hal itu, Putri Dyah Ayu Pusparani semakin panik. Ia pun mendesak ayahandanya agar menggagalkan usaha Lembu Sura membuat sumur.

“Ayah! Apa yang harus kita lakukan? Putri tidak mau menikah dengan Lembu Sura,” keluh sang Putri dengan bingung.

Prabu Brawijaya pun tidak ingin mengecewakan putri kesayangannya untuk yang kedua kalinya. Setelah berpikir keras, akhirnya ia menemukan sebuah cara untuk menghabisi nyawa Lembu Sura.

“Pengawal! Timbun sumur itu dengan tanah dan bebatuan besar!” seru Prabu Brawijaya.

Tak seorang pun pengawal yang berani membantah. Mereka segera melaksanakan perintah rajanya. Lembu Sura yang berada di dalam sumur berteriak-teriak meminta tolong.

“Tolooong...! Tolooong...! Jangan timbun aku dalam sumur ini!” demikian teriakan Lembu Sura.

Para pengawal tidak menghiraukan teriakan Lembu Sura. Mereka terus menimbun sumur itu dengan tanah dan bebatuan. Dalam waktu sekejap, Lembu Sura sudah terkubur di dalam sumur. Meski demikian, suaranya masih terdengar dari dalam sumur. Lembu Sura melontarkan sumpah kepada Prabu Brawijaya dan seluruh rakyat Kediri karena sakit hati.

“Yoh, Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yaiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung".

(Wahai orang-orang Kediri, suatu saat akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan, dan Tulungagung menjadi daerah perairan dalam).

Dalam sumpahnya, Lembu Sura berjanji bahwa setiap dua windu sekali dia akan merusak seluruh wilayah kerajaan Prabu Brawijaya. Mendengar ancaman itu, Prabu Brawijaya dan seluruh rakyatnya menjadi ketakutan. Berbagai usaha pun dilakukan untuk menangkal sumpah Lembu Sura tersebut. Ia memerintahkan para pengawalnya agar membangun sebuah tanggul pengaman yang kokoh (kini telah berubah menjadi gunung bernama Gunung Pegat) dan menyelenggarakan selamatan yang disebut dengan larung sesaji. Meski demikian, sumpah Lembu Sura tetap juga terjadi. Setiap kali Gunung Kelud meletus, masyarakat setempat menganggap hal itu merupakan amukan Lembu Sura sebagai pembalasan dendam atas tindakan Prabu Brawijaya dan Putrinya.

Demikian kisah Legenda Gunung Kelud dari daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga saat ini, masyarakat Kediri, khususnya masyarakat Desa Sugih Waras, secara rutin (yaitu setiap tanggal 23 Syura) menyelenggarakan acara selamatan larung sesaji di sekitar kawah Gunung Kelud. Setidaknya ada dua pelajaran yang dapat dipetik dari carita di atas yaitu pertama bahwa hendaknya kita jangan suka meremehkan kemampuan seseorang dengan hanya melihat bentuk fisiknya karena siapa mengira di balik semua itu tersimpan kekuatan yang luar biasa.

Pelajaran kedua yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa orang yang suka mengingkari janji seperti Putri Dyah Ayu Pusparani dan Prabu Brawijaya dapat mendatangkan bencana kepada dirinya sendiri maupun orang lain. Meletusnya Gunung Kelud yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa merupakan akibat dari ulah Prabu Brawijaya dan putrinya yang tidak menepati janjinya kepada Lembu Sura. Sifat suka mengingkari janji ini merupakan sifat tidak terpuji yang harus dijauhi, karena termasuk sifat orang-orang munafik

Surat Cinta Mesra Romatis




Seandainya hatimu adalah sebuah system,
ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu, pake PHP injection Terus aku ls -la; find / -perm 777 -type d,sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi atau adakah free space buat aku?. apa aku harus pasang backdor "Remote Connect-Back Shell"jadi aku tinggal nunggu koneksi dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
saat semua request-ku diterima aku akan nogkrong terus di bugtraq untuk mengetahui bug terbarumu maka aku akan patch n pacth terus,aku akan jaga service-mu jangan sampai crash n aku akan menjadi firewallmu aku akan pasang portsentry, dan menyeting error pagemu " The page cannot be found Coz Has Been Owned by Someone get out!" aku janji gak bakalan ada macelinious program atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.

Seandainya hatimu adalah sebuah system,
jangan ada kata "You dont have permission to access it" untuk aku, kalau ga mau di ping flood Atau DDos Attack jangan ah....! kamu harus menjadi sang bidadari penyelamatku.

Seandainya hatimu adalah sebuah system, ...?

Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system,
kamu adalah sang bidadari impianku, yang telah mengacaukan systemku!
Suatu saat nanti aku akan datang n mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang Menghanyutkan, Ga ada anti virus yang dapat menangkalnya selain ...kamu.

SMK Cahaya Surya Kediri





Tips mengembalikan data yang hilang karena virus

Tips mengembalikan data yang hilang karena virus


Kelakuan virus komputer yang sering adalah menyembunyikan file-file di flashdisk menjadi superhidden, maksudnya apabila di cek properties size-nya ada ukurannya tapi file-nya gak ada, ini terjadi apabila antivirus anda tidak mempunyai fasilitas untuk mengembalikan file-file anda seperti semula.

Untuk itu, saya mau kasih beberapa tips mengembalikan file-file anda. Tips ini berlaku apabila anda sudah men-delete virus yang ada di flashdisk dan komputer anda (kalo gak ya percuma dong karena virusnya bakal balik lagi).

1. Mengembalikan data yang hilang dengan cara manual.
- Klik Start
- Klik Run
- Ketik cmd, tekan enter
- Ketikkan perintah berikut ini
attribe -s -h F:\*.* /S /D
(F: maksudnya adalah drive yang akan dimunculkan kembali file-nya, jika ada drive lain yang mau dicek tinggal ganti G:, H:, dan seterusnya).

2. Mengembalikan data yang hilang dengan cara praktis.
- Unduh software dibawah ini
http://www.kitaupload.com/download.php?file=82BringBack%20MyData!!.exe

3. Memunculkan setingan seperti semula dengan cara manual.
- Klik Start
- Klik Run
- Ketik regedit, tekan enter
- Expand folder berikut
HKEY_CURRENT_USER -> Software -> Microsoft -> Windows -> CurrentVersion -> Explorer -> Advance
- Buka Hidden, ubah Value data menjadi 1
- Buka HIdeFileExt, ubah Value data menjadi 1
- Buka ShowSuperHidden, ubah Value data menjadi 1
- Buka SuperHidden, ubah Value data menjadi 1
- Tutup Registry Editor.

4. Memunculkan setingan seperti semula dengan cara praktis.
- Unduh software dibawah ini
http://www.kitaupload.com/download.php?file=762BBMS.exe

5. Tambahan untuk mengembalikan setingan seperti semula.
- Unduh software dibawah ini
http://www.kitaupload.com/download.php?file=937Killer%20Machine.exe